Kamis, 05 Februari 2009

Membranding Jepara Lewat Pameran Informasi Pembangunan

Saatnya Mengoptimalkan Peran JTTC

Gedung Jepara Tourism and Trade Center (JTTC) yang dibangun dengan dana miliaran rupiah tidak ingin disia-siakan begitu saja. Selain difungsikan sebagai kantor Kadin Jepara, Asmindo Komda Jepara maupun lainnya. Namun fungsi utama gedung ini justru terletak sebagai pusat promosi.

MELALUI even PIP beberapa hari lalu dengan target menyebarluaskan informasi mengenai kemajuan yang sudah dicapai, maupun rencana pengembangan arah pembangunan lebih khusus, dengan mengembangkan berbagai potensi daerah mulai wisata, industri dan lainnya difokuskan di tempat ini.

Tidak salah memang rencana Pemkab mengoptimalkan JTTC. Tempat ini cukup strategis. Berlokasi dipinggir jalan di Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan. Jika menilik persoalan ini, maka sentra informasi mengenai wisata dan perdagangan sunggu sangat pas.

Apalagi dengan rencana Pemkab dan pengelola JTTC menggelar lelang mebel. Dengan demikian upaya meramaikan tempat ini dengan berbagai even kegiatan yang bersifat informatif harus sering dilakukan.

Bagaimana JTTC bisa memberikan nilai positif bagi pengembangan potensi daerah termasuk menyebarluaskan potensi Jepara, sehingga kunjungan ke Jepara tidak hanya sebatas saat berlangsung program Bulan Kunjungan Jepara. "Ketika orang mencari sesuatu maka orang bisa langsung mengakses tempat tersebut," ungkap Samsul Arifin pengelola JTTC.

Hal ini juga didukung dengan adanya Tourism Information Center (TIC) yang berpusat di kompleks Dinas Pariwisata. "Sinergitas antar instansi maupun pihak terkait sangat penting untuk memaksimalkan potensi wisata maupun potensi daerah. Kehadiran TIC dengan website yang banyak diakses orang luar, makin memudahkan untuk membuka Jepara sebagai kota tujuan wisata dan perdagangan," imbuh dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama (STIENU) ini.

Pada akhirnya terbentuknya brand image yang sudah melekat di kota ukir ini menunggu kesiapan masyarakat Jepara. Jika menginginkan kota ini bisa menjadi magnet wisatawan tentu kesiapan mental warganya perlu ditata. "Percuma kalau sarana dan prasana serta akses informasi tersebar luas, tapi warga belum siap dengan perubahan yang akan terjadi, program kunjungan wisatawan tidak akan maksimal," imbuhnya. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar